DOA PAGI (AL-MA’THURAT) DAN KELEBIHAN

DOA PAGI AL MA'THURAT

Al- Ma’thurat atau doa pagi merupakan wirid dan doa harian yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Baginda adalah orang yang paling mengetahui betapa besarnya ganjaran yang diperolehi dari amalan doa dan wirid tersebut.

Wirid, doa pagi, zikir dan istighfar dalam al- Ma’thurat ini akan memantapkan jiwa di samping memiliki keutamaan dalam segala aspek kehidupan, mendidik hati agar sentiasa merindui kepada Allah dan memberi kelapangan hidup dan kesihatan jasmani.

Selain itu, kekuatan doa-doa dan wirid dalam al- Ma’thurat ini sebagai senjata mukmin ke atas orang yang mengamalkannya. Wirid dan doa ini juga merupakan syariat dan Sunnah Rasulullah yang mesti diikuti. Firman Allah SWT :

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ  ٣١

Maksudnya : “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (Surah al-‘Imran : 31)

Alangkah baiknya membaca zikir ma’thurat ini selepas melakukan solat subuh.

BACAAN MAT’HURAT – DOA PAGI

أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Maksudnya: “Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk”

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ  (١) ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ  (٢) ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ  (٣) مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ  (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ  (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ  (٦) صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ  (٧)

Maksudnya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (3) Yang menguasai di Hari Pembalasan (4) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (5) Tunjukilah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)” (Al-Fatihah : 1 – 5)

Kelebihan Bacaan Ma’thurat

1. Bacaan Taawudz

Al-ma’thurat dimulai dengan ucapan isti’azah ataupun ucapan “Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk yang mengandungi maksud bahawa besar harapan sebagai hamba untuk meminta perlindungan kepada Allah daripada sesuatu yang menyesatkan. Dari Annas r.a, Rasulullah SAW bersabda maksudnya :

“Siapa yang mengucapkan diwaktu pagi ucapan

أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

maka ia dilindungi dari gangguan syaitan yang direjam hingga ke petang”   (Riwayat Ibn Al-Sunni)

2. Bacaan Surah Al-Fatihah

Bacaan al-Fatihah dalam al-ma’thurat merupakan bacaan agung yang mengandungi ganjaran yang besar jika membacanya dan menghayati maksudnya. Rasulullah bersabda :

Maksudnya: “Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam (surah al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh al-Quran yang amat besar kemuliaannya yang telah diberikan kepadaku.” [Riwayat al-Bukhari (5006)]

Bacaan Seterusnya

الٓمٓ  (١) ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ  (٢) ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ  (٣) وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ  (٤) أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدٗى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ  (٥)  

Maksudnya: “ Alif laam miim (1) Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (2) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka (3) dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat (4) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung (5)  [Al-Baqarah : 1 – 5]

Kelebihan

Membaca surah al-Baqarah dalam al-ma’thurat juga memperoleh pahala yang besar. Dari Ibn Mas’ud,Rasulullah SAW bersabda :

” Sesiapa membaca sepuluh ayat dari surah al-Baqarah di awal siang nescaya ia tidak didekati oleh syaitan sampai petang,jika dibaca waktu malam nescaya syaitan tidak akan mendekatinya sampai pagi. Tidak akan dilihatnya apa-apa yang buruk menimpa keluarganya atau hartanya.” (Riwayat al-Darami dan Baihaqi)

Bacaan Seterusnya

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَ‍ُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ (٢٥٥)  

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (255) (Al-Baqarah : 255 (Ayat Kursi)

Kelebihan

Membaca ayat kursi juga boleh menghindari kita dari gangguan syaitan. Dari Ibnu Mas’ud sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda:

“Siapa yang membaca sepuluh ayat surah al-Baqarah,ayat kursi,dua ayat selepasnya dan hujung surah al-Baqarah nescaya syaitan tidak akan masuk dalam rumahnya sampai pagi” (Riwayat Tabrani dan Hakim)

Bacaan seterusnya

لَآ إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَيِّۚ فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ  (٢٥٦) ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِۗ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ  (٢٥٧)  

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (256) Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (257)“ (Al-Baqarah : 256 – 257)

لِّلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَإِن تُبۡدُواْ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ أَوۡ تُخۡفُوهُ يُحَاسِبۡكُم بِهِ ٱللَّهُۖ فَيَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ  (٢٨٤) ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ  (٢٨٥) لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ  (٢٨٦)  

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (284) Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali” (285) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”(286)” (Al-Baqarah : 284- 286)

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ  (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ  (٢) لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ  (٣) وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ  (٤)  

“Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4) “ (Al-Ikhlas : 1- 4)

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ  (١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ  (٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ  (٣) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ  (٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ  (٥)  

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh (1) dari kejahatan makhluk-Nya (2) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (3) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (4) dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki” (5) (Al-Falaq : 1-4)

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ  (١) مَلِكِ ٱلنَّاسِ  (٢) إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ  (٣) مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ  (٤) ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ  (٥) مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ  (٦)  

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia (1) Raja manusia (2) Sembahan manusia (3) Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi (4) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5) dari (golongan) jin dan manusia (6)” (An-Nas : 1-6)

Doa Pujian Kepada Allah SWT

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ للهِ وَالْحَمْدُ للهِ لَا شَرِيكَ لَهُ لَآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَإِلَيْهِ النٌشُورُ  

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya dan tiada Tuhan selain Allah dan kepadaNya kami akan dibangkitkan”

Doa Teguh Pendirian Dalam Islam

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ وَكَلِمَةُ الْإِخْلَاصِ وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةَ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً وَمَا كَانَ مِنِ الْمُشْرِكِينَ  

“Di waktu pagi kami dalam fitrah agama Islam, kalimah ikhlas (kalimah syahadat), agama Nabi kami Muhammad SAW, dan agama bapa kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

Doa Mensyukuri Nikmat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ مِنكَ فِي نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ فَأَتِممَّ عليَّ نِعْمَتَكَ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة  

“Ya Allah, aku terjaga pada pagi dalam nikmatMu, ‘afiatMu (keselamatan) dan terjaganya rahsia-rahsia dosaku, maka sempurnakan nikmatMu, “afiatMu dan penjagaanMu itu ke atasku di dunia dan akhirat.”

Pengakuan Segala Nikmat Dari Allah

اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِن نِّعْمَةٍ أَو بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ  

“Ya Allah. Tidaklah aku pada waktu pagi dengan nikmat apa yang aku peroleh dan diperolehi seseorang di antara makhlukMu adalah dariMu, Yang Esa dan tidak bersekutu, maka bagiMu segala puji dan syukur’.

Pujian Kepada Allah

يَا رَبِّي لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ  

“Ya Allah, bagiMu segala puji seagung kemuliaan wajahMu dan kebesaran kekuasaanMu”

Ikrar / Pengakuan

رَضِيتُ بِاللهِ رَباً وَبِالْإِسْلَامِ دِيناً وَبِمُحَمَّدٍ نَّبِيًّا وَرَسُولاً  

“Aku redha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai nabi.”

Tasbih Kepada Allah

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدَهَ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ  

“Maha Suci Allah, dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan makhlukNya dan keredhaanNya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak dakwat tulisan kalimahNya.”

Meninggikan Asma’ Allah

بِسْمِ اللَّهِ الذي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ  

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan terhalang untuk menimpakan bencana, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa Terhindar Syirik

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَن نُّشْرِكَ بِكَ شَيئاً نَّعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ  

“Ya Allah, kami berlindung padaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon keampunan dariMu dengan sesuatu yang tidak kami ketahui”

Berlindung Dari Kejahatan Makhluk

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ  

“Aku berlindung pada kalimah Allah yang sempurna dari kejahatan apa-apa yang diciptakan”

Doa Terhindar Dari Belenggu Hutang

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ  

“Ya Allah, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, dan aku berlindung padaMu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang”

Doa Diberikan Kesihatan

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي  

“Ya Allah, sembuhkanlah tubuhku, Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku, Ya Allah, sembuhkanlah pandanganku. Tidak ada tuhan melainkan Engkau. “

Doa Dijauhkan Dari Kemiskinan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لآ إِلَهَ إِلَّا أَنتَ  

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepadaMu dari seksa kubur, tiada Tuhan selain Engkau

Doa Memohon Keampunan

اللَّهُمَّ أَنتَ رَبِّي لآ إِلَهَ إِلَّا أَنتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ  

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku padaMu (yaitu aku akan mentauhidkanMu) semampuku dan aku yakin akan janjiMu (berupa syurga untukku). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Istighfar – Memohon Keampunan

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيهِ  

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus, dan aku bertaubat kepadaMu”

Selawat Ke Atas Nabi Muhammad SAW

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْت َعَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحّمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فَي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ  

Ya Allah berilah selawat kepada Nabi Muhammad dan sejahtera keatas keluarganya Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan berkatilah ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.

Pujian Bagi Allah

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ  

“Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar”

Keesaan Allah

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهٌ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ  

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagiNya yang memiliki kerajaan dan segala pujian kepadaNya. Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

Pujian Dan Mohon Taubat

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدٌ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيكَ  

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan aku bersaksi tiada Tuhan Melainkan Engkau dan aku memohon ampun serta bertaubat kepadaMu”

Selawat Ke Atas Nabi

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَخَطَّ بِهِ قَلَمُكَ وَأَحْصَاهُ كِتَابُكَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَن سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجّمَعِينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وَتَابِعِهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةَ عَمَّا يَصِفٌونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  

“Ya Allah restui dan berkatilah Muhammad sebagai hamba, nabi dan rasulMu yang ummi. Berkatilah keluarga dan sahabat Baginda. Sejahterakanlah Baginda selama-lamanya. Sejahterakanlah Baginda selamanya sebanyak bilangan dalam ilmu dan sebanyak perkara yang ditulis oleh kalamMu dan sebanyak yang dirangkum oleh kitabMu. Terimalah dan relakanlah pemimpin terutama kami ; Saidina Abu Bkar, Umar, Urhman, Ali dan para sahabat Baginda semuanya, para tabi’in dan orang-orang yang mengikut jejak langkah mereka sehingga hari pembalasan. Terimalah mereka dengan sebaik-baiknya. Maha Suci Tuhan yag memiliki kebesaran dan kemuliaan dari sifat tercela. Salam sejahtera untuk para Rasul utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam”

KELEBIHAN AL-MA’THURAT

1. Zikir sebagai pendinding diri daripada gangguan syaitan

“Siapa yang mengucapkan diwaktu pagi ucapan أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ, maka ia dilindungi dari gangguan syaitan yang direjam hingga ke petang” (Riwayat Ibn Al-Sunni)

2. Doa pagi dan petang ini akan membuatkan Allah mencukupkan keperluan orang yang membacanya terhadap urusan dunia dan akhirat

“Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya” (Riwayat Abu Daud, Tarmidzi)

3. Allah akan melindunginya daripada kejahatan atau bencana yang memudaratkan

“Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya” (Riwayat Abu Daud, Tarmidzi, Ibn Majah)

3. Memupuk rasa cinta dan sentiasa bersyukur kepada Allah

Firma Allah SWT :

فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ  (١٥٢)

Maksudnya : “Kerana itu, ingatlah kamu kepadaKu nescaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku (152)” (Surah al-Baqarah :152)

4. Membersihkan hati kerana zikir dikatakan sebagai makanan hati dan jiwa

Firman Allah SWT :

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ  (١٤) وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ  (١٥)

Maksudnya : “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan berzikir) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia mendirikan solat (15)”  (Surah al-‘A’laa : 14-15)

5. Allah akan memelihara orang yang membacanya dari waktu pagi hingga ke petang

“Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang”  (Riwayat al-Hakim)

6. Mengamalkan bacaan al-ma’thurat umpama mengamalkan sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW telah menegaskan dalam hadis yang diriwayatkan daripada Abi Najih al-Ubaadi bin Sairyah r.a: Maksudnya : “Hendaklah kamu ikut Sunnahku dan Sunnah khalifah ar-rasyidin yang telah mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan geraham kamu (peganglah Sunnah itu dengan sekuat-kuatnya). Dan jauhkanlah diri kamu daripada melakukan sesuatu perkara yang tidak didapati dalam agama. Maka sesungguhnya melakukan sesuatu perkara yang tidak didapati dalam agama itu adalah satu perbuatan yang sesat.”

  (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)

7. Allah akan memberi kelapangan hidup dan kegembiraan serta rezeki yang tidak disangka-sangka.

“Barangsiapa yang sentiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

(Hadis Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

SARANAN : AL-MA’THURAT

  1. Kita hendaklah mengamalkan pembacaan al-ma’thurat atau doa pagi yang lain kerana ianya adalah salah satu doa dan zikir yang memberikan banyak manfaat kepada kita.
  2. Amalan pembacaan zikir al-ma’thurat pada setiap hari akan memberi ketenangan hati unruk menghadapi segala dugaan dan ujian.
  3. Al-Ma’thurat mengandungi ayat-ayat pujian terhadap Allah serta doa-doa yang baik untuk memudahkan kita menjalani kehidupan harian.
  4. Kita hendaklah sentiasa mengamalkan zikir-zikir seperti al-ma’thurat sebagai pendinding diri agar dijauhkan dari sebarang gangguan yang memudaratkan.

Bacaan Doa yang lain

Doa sebelum dan selepas makanDoa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur
Doa Qunut NazilahDoa Naik Kenderaan
Doa Masuk dan Keluar TandasDoa Wabak Penyakit
Doa Pagi Ma’thuratDoa Berbuka Puasa

Aishah Abu Bakar

Siti Aishah binti Abu Bakar merupakan seorang pelajar dalam bidang diploma Pengajian Al-Quran dan Al-Qiraat di Kolej Universiti Islam Antarabangsa Selangor (KUIS). Beliau aktif dalam pelbagai aktiviti di kampus dengan menyertai Exco Content Writer Kluster Intelektual NASTIA, Guru Mengaji Nawal,NASTIA dan merupakan pemenang Write@Home NYC. Penglibatan beliau dalam Aku Muslim sebagai penulis adalah sebagai satu usaha dalam menyampaikan ilmu bermanfaat kepada masyarakat.

Artikel Berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × four =