Takabbur: Maksud, Hadis dan Kisah Berkaitan

takabbur

Apakah pengertian dan maksud takabbur? Artikel ini akan membincangkan definisi takabbur, hadis dan kisah yang berkaitan dengan sifat mazmumah ini

Maksud & Definisi

Ketika kita melihat orang yang merasa dirinya hebat dan memandang rendah orang lain, kita pasti akan mengatakan orang tersebut itu sombong. Takabbur dan sombong secara definisi memiliki maksud atau sebuah pengertian yang sama. Hanya saja takabbur itu berasal  dari kata Bahasa Arab iaitu ‘Takabbara’ yang bermaksud membanggakan diri sendiri. 

Takabbur merupakan akar yang bersumber dari sifat ‘ujub’, jadi sifat ujub inilah yang membuatkan manusia menjadi takabbur. Akan tetapi terdapat sedikit perbezaan antara ujub dan takabbur itu sendiri, ujub bermaksud tidak memerlukan orang lain dan bangga pada dirinya sendiri, sedangkan takabbur membandingkan orang lain dengan diri sendiri dengan niat untuk membanggakan dirinya sendiri.

Dalil & Hadis

Dalam surah Luqman ayat 18 Allah SWT telah berfirman,

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍۚ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Di ayat tersebut Allah SWT memperingati orang-orang beriman untuk tidak berlaku sombong dan angkuh kepada sesama manusia. Pada ayat berikut ini iaitu dari surah Al-Furqan ayat ke-63 Allah SWT memberi tahu kepada kita bagaimana sifat hambaNya yang Ia kasihi dan perilaku mereka terhadap sesama manusia.

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا

“ Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam”. ”

Seperti itulah salah satu dari sifat orang-orang mukmin yang Allah SWT gambarkan pada ayat di atas, mereka sangat mengutamakan akhlak terpuji seperti apa yang telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW.

Terdapat juga sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud bahawasanya baginda Rasulullah SAW pernah bersabda tentang bagaimana perilaku orang yang  takabbur. 

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ 

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”.

Orang-orang yang sombong sangat susah bagi mereka untuk menerima kebenaran dari orang lain kerana dia merasa hanya dirinyalah yang paling benar dalam semua aspek. Oleh sebab itu sangat susah bagi mereka untuk menerima hidayah Allah SWT.

Akibat Buruk Dari Takabbur

Takabbur adalah sifat iblis yang membuatnya dimasukkan ke dalam neraka jahanam. Ketika seorang manusia menjadi sombong, sangat susah untuk dia mendapatkan nasihat dari orang lain disebabkan dia merasa tercabar dan dipandang rendah. Oleh sebab itu, sangat susah bagi mereka untuk mendapatkan hidayah.

Suatu perpecahan pun boleh terjadi ketika di sebuah perkumpulan terisi dengan orang-orang sombong. Mereka akan susah untuk berbagi pendapat masing-masing dan susah untuk menerima pendapat dari orang lain.

Kisah Hebat dari Al-Quran

Sebuah nama yang sudah selalu kita dengar ketika orang-orang mencari peti rahasia yang berisi harta dan tertanam di bawah tanah, iaitu “harta karun”. Tahukah anda kalau nama harta karun itu sebenarnya diambil dari nama seorang pemuda yang hidup pada zaman Nabi Musa AS? Nama pemuda tersebut adalah Qarun. Qarun adalah seorang pemuda yang sangat miskin dan berubah menjadi kaya raya sehingga nama dia dikenal orang ramai dan namanya pun telah diabadikan sebagai “harta karun” sampailah saat ini.

Jauh sebelum Qarun menjadi orang kaya, dia hanyalah orang miskin yang tidak memiliki apapun sehingga dia pun tak sanggup untuk membayar nafkah kepada anaknya yang begitu banyak. Disebabkan kemiskinan yang dia hadapi ini, dia pun pergi berjumpa dengan Nabi Musa AS untuk meminta doa baginda supaya Allah SWT memberikan harta benda yang berlimpah kepadanya. Qarun merupakan seorang yang sholeh dan taat kepada ajaran Nabi Ibrahim AS, oleh sebab itu Nabi Musa AS pun tanpa panjang lebar setuju untuk mendoakan apa yang dimintanya kepada Allah SWT. Doa Nabi Musa pun dikabulkan dan Qarun pun hidup dengan harta yang melimpah ruah atas izin Allah SWT.

Sampai suatu ketika Qarun pun mula sombong dan angkuh dengan harta dan kekayaan yang dia miliki sehingga kekayaan tersebut menutupi hatinya dan membuatkan dia lupa siapakah yang sebenarnya memberi kekayaan tersebut kepadanya. Janji yang telah ia buat dengan Allah SWT untuk lebih taat beribadah dan membantu sesama manusia ketika diberikan kekayaan pun dilupakan. Bahkan untuk membayar zakat sangat berat untuk Qarun.

Akibat dari kesombongan Qarun ini, Allah SWT telah mengazabnya dengan azab yang pedih lalu menenggelamkan Qarun dengan harta-hartanya ke dalam perut bumi dan Allah SWT menyindir Qarun dalam beberapa surah di dalam AlQuran untuk menjadi pengajaran bagi orang-orang beriman.

Kesimpulan dan Pengajaran

Kita perlu ingat, di dunia ini tidak ada satu pun milik kita melainkan itu semuanya pinjaman dari Allah SWT. Untuk apa kita bangga dan sombong antara sesama manusia? Kita di dunia ini sama rata, miskin ataupun kaya itu hanyalah sebuah ujian yang Allah SWT berikan kepada kita ketika di dunia ini untuk melihat siapakah diantara hamba-hambaNya ini yang betul-betul taat kepada perintahNya.

Mereka orang-orang yang sombong atau takabbur, kehidupan mereka tidak pernah tenang dan bahagia kerana dalam hati mereka tersimpan rasa dendam atau marah yang tak ada habisnya. Daripada kita sombong dan memikirkan kita ini lebih hebat dari orang lain, alangkah lebih baiknya kita fokus kepada tujuan yang lebih besar dalam bersaing untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Rujukan:

  1. Pengertian Takabur dalam Islam – Tirto.id
  2. Kisah Qarun Orang Paling Takabur di Zaman Nabi Musa AS – Kumparan
  3. Takabur – Orami.co.id
  4. Penyebab Takabbur menurut Imam al-Ghazali – Sinar Harian

Artikel Berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 1 =